Surabaya, 16 September 2026 — Program Studi Magister Teknologi Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, UPN “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Guest Lecturer / Kuliah Tamu MTI Seri Ke-4 dengan tema “IT Collaboration and Business Implementation” pada Rabu, 16 September 2026, pukul 14.00–16.00 WIB. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Magister Teknologi Informasi, dosen, serta peserta undangan.

Kegiatan ini menghadirkan Rika Prasdianto, Founder MCASH, sebagai narasumber. Kuliah tamu ini bertujuan memberikan wawasan praktis kepada mahasiswa mengenai penerapan teknologi informasi dalam lingkungan bisnis, khususnya bagaimana teknologi, data, proses bisnis, dan sumber daya manusia dapat diintegrasikan untuk mendukung transformasi digital dan menciptakan nilai bagi organisasi.

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan dalam berbagai aspek organisasi, mulai dari pengelolaan proses bisnis, layanan, data, hingga pengambilan keputusan. Transformasi digital tidak lagi hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi atau penerapan teknologi baru, tetapi juga mencakup perubahan proses bisnis, pengelolaan data, sumber daya manusia, serta pola kolaborasi dalam organisasi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami bahwa implementasi teknologi informasi perlu diawali dengan identifikasi permasalahan dan kebutuhan bisnis. Kebutuhan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam proses bisnis, pengelolaan data, serta pemilihan teknologi yang sesuai. Dengan pendekatan tersebut, teknologi informasi tidak hanya dipandang sebagai alat teknis, tetapi sebagai instrumen strategis untuk menyelesaikan permasalahan dan menciptakan nilai bagi pengguna maupun organisasi.

Dalam pemaparannya, Rika Prasdianto membahas penerapan teknologi informasi melalui studi kasus MCASH dan KSP 13 Pilar. Mahasiswa memperoleh gambaran mengenai bagaimana proses bisnis dapat diperkuat melalui digitalisasi dengan mengintegrasikan proses bisnis, data, dan teknologi. Materi juga membahas bagaimana MCASH dapat dipahami sebagai sebuah sistem bisnis yang terdiri atas people, process, data, dan technology. Keempat aspek tersebut memiliki keterkaitan dalam mendukung keberlangsungan proses bisnis. Implementasi teknologi tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan teknis atau pembangunan aplikasi, tetapi membutuhkan keterlibatan sumber daya manusia, prosedur kerja, data, sistem, serta tata kelola yang terintegrasi.

Narasumber juga menjelaskan contoh alur digital dalam proses bisnis, mulai dari pengajuan, verifikasi, persetujuan, penerimaan dana, hingga pembayaran. Dari sisi pengguna, teknologi dapat terlihat melalui aplikasi, notifikasi, status, dan riwayat transaksi. Sementara itu, pada sisi sistem terdapat database, aturan proses, keamanan, serta pelaporan yang mendukung operasional bisnis. Selain itu, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai lima fungsi utama teknologi informasi dalam bisnis, yaitu otomatisasi, pengelolaan data, layanan, kontrol, dan skalabilitas. Data menjadi salah satu komponen penting dalam bisnis digital karena dapat diolah dari berbagai input, seperti data pengguna dan transaksi, kemudian menghasilkan informasi, laporan, maupun dashboard yang dapat digunakan untuk monitoring, evaluasi, dan pengambilan keputusan.

Keberhasilan implementasi teknologi informasi juga tidak hanya diukur dari tersedianya sebuah aplikasi. Dalam kegiatan ini dijelaskan bahwa keberhasilan dapat dilihat melalui berbagai indikator, seperti kecepatan proses, akurasi, tingkat adopsi pengguna, biaya operasional, kualitas layanan, serta pertumbuhan pengguna atau transaksi. Pembahasan juga mencakup berbagai tantangan dalam proses digitalisasi, antara lain pengelolaan data dan privasi, keamanan, adopsi sumber daya manusia, integrasi sistem, serta perubahan proses bisnis. Digitalisasi dapat membutuhkan penyesuaian terhadap prosedur dan kebiasaan kerja yang telah berjalan. Oleh karena itu, kolaborasi antara bidang teknologi informasi dan bisnis menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan teknologi dapat diterapkan secara efektif.

Koordinator Program Studi Magister Teknologi Informasi, Dr. Eng. Agussalim, S.Pd., M.T., melalui kegiatan ini mendorong penguatan wawasan mahasiswa terhadap penerapan teknologi informasi dalam konteks bisnis. Kuliah tamu menjadi salah satu sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif praktis dari praktisi sekaligus menghubungkan materi akademik dengan perkembangan dan kebutuhan dunia industri.

Kegiatan Guest Lecturer / Kuliah Tamu MTI Seri Ke-4 berlangsung secara terstruktur melalui sesi pemaparan materi dan diskusi. Pelaksanaan secara daring melalui Zoom Meeting juga memungkinkan kegiatan menghadirkan narasumber dari luar institusi dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran secara interaktif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa digitalisasi tidak sekadar berkaitan dengan pembuatan aplikasi, coding, atau penggunaan komputer. Implementasi teknologi informasi membutuhkan keterpaduan antara people, process, data, dan technology untuk menyelesaikan permasalahan bisnis, menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan, serta menciptakan nilai bagi pengguna dan organisasi.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Program Studi Magister Teknologi Informasi UPN “Veteran” Jawa Timur dalam memperkuat atmosfer akademik dan memperluas wawasan mahasiswa melalui keterlibatan praktisi. Ke depan, hasil kegiatan dapat ditindaklanjuti melalui diskusi riset, kolaborasi publikasi, maupun penyelenggaraan kuliah tamu lanjutan dengan tema yang relevan dengan perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan dunia industri. Dengan terselenggaranya Guest Lecturer / Kuliah Tamu MTI Seri Ke-4 “IT Collaboration and Business Implementation”, Program Studi Magister Teknologi Informasi UPN “Veteran” Jawa Timur terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan bisnis, serta mendorong mahasiswa untuk mampu mengembangkan kompetensi teknologi informasi yang aplikatif dan memberikan nilai bagi organisasi maupun masyarakat.